Perbedaan Lantai Vinyl dan Laminate

Perbedaan Lantai Vinyl dan Laminate

Perbedaan Lantai Vinyl dan Laminate – Dengan mendekorasi satu ruang, lantai jadi hal yang sangat penting untuk dipikir matang-matang dengan pemasangannya. Lantai jadi penentu mood ruang, ruang mampu berasa nyaman bila lantai yang terpasang sesuai. Untungnya, di jaman saat ini kita telah difasilitasi oleh beberapa tipe lantai dari beberapa tipe bahan. Dulu, penyeleksian lantai cuma terpatok corak dengan bahan yang sama, yakni keramik. Saat ini kita serta bisa pilih sering corak cuma dari satu bahan saja atau sebaliknya, kita bisa pilih corak sama juga dengan bahan yang lain benar-benar. Mode lantai yang sangat terkenal ialah lantai vinyl. Lantai vinyl jadi terkenal sebab sering sekali tipe serta coraknya, tahan air, tahan kurang bersih, serta tentu saja relatif murah.

Tetapi ada kesalahkaprahan yang seringkali berlangsung dengan mengerti lantai vinyl. Banyak orang menduga lantai vinyl mempunyai tipe yang disebutkan lantai vinyl laminate. Walau sebenarnya kedua-duanya benar-benar tidak sama.

5 Perbedaan lantai vinyl serta laminate

Dari ketika membuatnya, bahan yang dipakai, sampai langkah pemasangan di antara vinyl serta laminate atau seringkali dikatakan sebagai laminate flooring sangat tidak sama. bedanya diantaranya:

1. Bahan

Meskipun lantai vinyl mempunyai sering corak yang seperti kayu, tetapi lantai vinyl tidak dibuat dari kayu. Tidak sama dengan lantai laminate yang dibuat dari serbuk. Lantai laminate terbentuk semenjak industri property sadar mampu mengurangnya sumber daya kayu yang susah serta memerlukan sering kayu untuk diperbaharui, hingga laminate cuma dibuat dari serbuk kayu yang digabung dengan bahan lain layaknya melamin yang berperan untuk pelindung. Pencampuran di antara kayu serta bahan lain dikatakan sebagai proses laminasi. Jadi dari itu tipe lantainya dikatakan sebagai laminate flooring. Jadi tidak ada fakta untuk menyebutkan lantai vinyl laminate sebab kedua-duanya tidak dapat disamakan.

2. Susunan

Umumnya penyamaan lantai vinyl laminate karena disebabkan kedua-duanya saling tipe lantai yang berlapis-lapis. Walau sebenarnya lantai vinyl terbagi dalam tiga susunan penting printing layer, glass fiber, serta compact layer. Sedang laminate terbagi dalam empat susunan penting yakni melamin, MDF atau HDF (medium density fiberboard atau high density fiberboard), material dekoratif, serta film tansparan.

3. Ketebalan

Ketebalan lantai vinyl umumnya semakin tipis, cuma sekitar di antara 1, 6 sampai 3, 0 mm bergantung macamnya. Sedang lantai laminate semakin tebal. Ketebalan lantai laminate ada dua tipe, yakni 8 mm serta 12 mm.

4. Pemasangan

Penyamaan yang lain hingga ada kata lantai vinyl laminate seringkali dihubungkan dengan pemasangan. Baik vinyl atau laminate mempunyai langkah pasang yang lain. Lantai vinyl terpasang dengan melekatkannya ke lantai fundamen dengan lem atau perekat lain yang sudah disiapkan atau serta telah dipasang automatis di fundamen lantainya. Sedang lantai laminate diperlengkapi dengan skema interlocking di antara ceruk serta lidah. Persatu keping lantai, disamping kiri ada ceruk sedang disamping kanan ada lidah. Disamping itu dibagian atas ada ceruk serta dibagian bawah ada lidah. Hingga pemasangannya tinggal sama-sama rekat di antara ceruk serta lidah. Lantai laminate kadang-kadang membutuhkan lem perekat untuk menyambung di antara ceruk serta lidah atau menyambung lantai laminate ke lantai fundamen supaya semakin kuat.

5. Ketahanan

Dari sisi ketahanan, lantai vinyl semakin kuat. Semakin kuat meredam air serta kotoran, sedang lantai laminate terkadang tidak dapat meredam air serta beberapa benda yang begitu berat di atasnya. Hingga pemasangan lantai laminate semakin pas di ruangan yang jarang-jarang terserang air serta tidak sering beban benda.

Telah jelas kan benar-benar tidak sama sekali di antara lantai vinyl serta laminate. Jadi dari itu tidak lagi ada fakta untuk menyebutkan lantai vinyl laminate.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *